Indonesia Palestina sejatinya merupakan Negara Sahabat sejak lama, bahkan Palestina merupakan deretan Negara Pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Meskipun pada saat itu Palestina sendiri masih dalam kondisi pendudukan atau penjajahan Zionist Isral.

Pada Ramadhan Tahun 2021 ini, tepatnya di hari penghujung Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Palestina kembali di serang oleh Penjajah. Hal ini memantik aksi protes Masyarakat seluruh dunia, bukan saja di Negeri-negeri Muslim seperti Indonesia, Malaysia, Turki. dll

Hal ini tentu mengejutkan Masyarakat dunia, baik di belahan Timur maupun Barat. Seyogyanya hari Raya diisi dengan ketenangan, ketentraman, kedamaaian dan persaudaraan. Hati nurasi merasa terusik, sejatinya penjajahan bertentangan dengan Nilai-nilai Universal Kemanusiaan.

Selain aksi protes Masyarakat Dunia, peristiwa memilukan tersebut mengundang Simpati dari Jutaan warga dari penjuru Negeri, termasuk Masyarakat di Tanah Air. Indonesia dengan kedeakataannya terhadap Palestina baik secara Historis dan Ukhuwah Islamiyyah. Berbondong-bondong menunjukan Kepeduliaan terhadap Saudara-saudari kita di Palestina, mereka benar-benar dalam kondisi terjajah dan serba kekurangan bahan pangan untuk dikonsumsi

Kesamaan rasa ini dengan cepat menjalar ke seluruh pelosok Tanah Air, tak kenal usia tua maupun muda, tak kenal ras suku, maupun agama. Semuanya bahu membahu dalam bingkai Solidaritas Kemanusiaan

Aksi Insan Nusantara bersama mitra strategis yakni Hayrat Yardim asal Turki, turut mengirimkan bantuan Pangan Logistik kebutuhan Primer Masyarakat Palestina. Paket sembako sebanyak 500 Paket disalurkan untuk keluarga terdampak di Palestina, semua ini berjalan berkat kerjasama Ribuan Orang baik Masyarakat Indonesia yang peduli terhadap nasib Saudaranya nan jauh disana

“Hingga saat ini kami dari Aksi Insan Nusantara terus berkomitment bersama Masyarakat Palestina, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Kami meyakini bahwa pendudukan ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang sebenarnya tak perlu ada di Era Modern ini. Setiap Individu dan Negara berhak menentukan Nasibnya masing-masing tanpa harus ada intervensi atau tekanan dari manapun” Ujar Ricky Abdurrahman Hafidz Direktur AIN


“Kami juga membuka peluang kebaikan selebar-lebarnya bagi Sahabat Insan dimanapun berada, di Akhir Bulan sampai dengan awal Bulan setiap Tahunnya Palestina memasuki musim dingin hingga di bawah suhu -0 derajat celsius. Di tengah kondisi pendudukan oleh penjajah, musim dingin turut menyulitkan Masyrakat Palestina untuk mendapatkan suplay bahan makanan. Oleh karena nya kami mengajak Bapak, Ibu, Abang, Kakak dan Sahabat sekalian untuk ikut partisipasi dalam program Hangatkan Saudara-saudari kita di Palestina di musim dingin ini” Lanjut Ricky A.Hafidz

Adapun kebutuhan di Musim Dingin ini meliputi, Bahan Pokok Makanan dan Minuman, Selimut dan Kasur, Jaket Tebal, hingga suplemen dan obat-obatan

Mari segera bergabung sekarang juga dalam Program “Hangatkan Palestina di Musim Dingin”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here