Sebanyak 99 pengungsi etnik Rohingya yang mayoritas perempuan dan anak-anak tampak kehausan dan kelaparan saat ditemukan di tengah laut, sekitar empat mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (24/6/2020). Mereka sejatinya bertujuan ke Malaysia dengan harapan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bertemu keluarga mereka di sana, kata salah satu pengungsi.

Terombang-ambing di tengah laut yang minim makanan dan minuman, warga sekitar merasa iba dan membawa mereka ke darat. Pemerintah kini menampung pengungsi tersebut sementara di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteut, Blang Mangat, Lhokseumawe. Gabungan pemangku kebijakan akan melakukan rapat intensif guna membahas nasib ke depan para pengungsi Rohingya tersebut. Kompas

Aksi Insan Nusantara dalam hal ini turut serta bergerak membantu pengungsi Rohingnya yang berada di Aceh. AIN menyalurkan fasilitas Air Bersih dengan kapasitas sebanyak 5000 liter perharinya dengan total 150.000 selama 1 Bulan. “Sarana AIR BERSIH ini sungguh sangat bermanfaat bagi mereka, yang dimana Air Bersih menjadi kebutuhan pokok baik bagi pengungsi dan satgas pemantauan pengungsi Rohingnya di Lhoksumawe Aceh” Ujar Andi satgas posko pengungsi Rohingnya di Lhoksumawe

“Kami terus membersamai para pengungsi Rohingnya di Aceh. Disini kami berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah RI, Pemda Aceh dan semua lapisan masyarakat di Aceh untuk terus melayani para pengungsi sebaik mungkin” Ujar Ricky Direktur Eksekutif Aksi Insan Nusantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here