Qurban di Afrika

Hukum Qurban Dalam Islam dan Pengertian Ibadah Kurban

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata kurban berarti mempersembahkan kepada Tuhan (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari raya lebaran haji)

Kurban secara etimologi yaitu hewan yang dikurbankan atau hewan yang dis- embelih pada hari raya Idul Adha. Dalam hal ini penamaan sesuatu (Idul Adha) dengan nama waktunya yaitu Dhuha (matahari naik sepenggalahan). Karena pada waktu itulah biasanya ibadah kurban dilaksanakan.

Berikut ini beberapa definisi kurban secara Terminologi yang diajukan beberapa ahli fikih:

  1. Wahbah al-Zuhaili menyatakan kurban adalah menyembelih hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada waktu yang telah ditentukan. Atau binatang ternak yang disembelih guna mendekatkan diri kepada Allah pada hari-hari Idul Adha
  2. Abd Rahmân al-Jazîrî menyatakan kurban adalah binatang ternak yang disembelih atau dikurbankan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada hari-hari idul kurban; apakah orang yang melaksanakan ibadah haji ataupun tidak. Kalangan Malikiyah menyatakan ibadah kurban tidak diperintahkan bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji. Menurut kalangan Malikiyah karena mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji telah ada pensyari’atan dam (al-Hadyu)
  3. Hasan Ayyûb menyatakan kurban adalah unta, sapi, kambing yang disembelih pada Idul Adha dan hari-hari tasyrik dengan tujuan unuk mendekatkan diri kepada Allah

Hukum Pelaksanaan Ibadah Kurban

Hukum Qurban dan Pelaksanaan ibadah kurban disyari’atkan pada tahun kedua hijriyah, bersamaan dengan pensyari’atan zakat fitrah, zakat mal, dan salat Ied. Landasan pensyari’atan ibadah kurban berdasarkan Alquran, hadis dan ijma’. Firman Allah yang melandasi syari’at ibadah kurban antara lain disebutkan dalam Q.s al-Kautsar [108]: 2, sebagai berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah

Serta firman Allah yang menyatakan bahwa menyembelih binatang-binatang tersebut adalah bahagian dari syiar agama Allah dalam Q.s. Al-Hajj [22]: 36, sebagai berikut:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ 

Dan Telah kami jadikan untuk kamu unta- unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan Telah terikat). Kemudian apabila Telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami Telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur

Hadis nabi yang melandasinya antara lain hadis sahih yang berasal dari Anas yang menerangkan bahwa rasulullah ber- kurban dengan dua ekor domba yang pe- nyembelihannya beliau lakukan sendiri. Hadis Anas ra, ia berkata:“Telah berkurban Nabi saw kibas putih dengan sedikit hitam lagi bertanduk, beliau menyembelihnya sendiri dengan membaca bismillah dengan bertakbir dengan meletakkan kaki-kaki beliau pada tulang-tulang rusuknya.” (Bukhari dan Muslim)

Hadis lain; hadis Aisyah yang menyatakan bahwa ibadah kurban adalah suatu ibadah yang sangat disukai Allah yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha:“Amalan manusia pada saat hari raya Idul Adha yang paling dicintai Allah adalah menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan dating pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban itu telah terletak di sutu tempatdi sisi Allah sebelum mengalir ke tanah. Karena itu bahagiakanlah dirimu dengannya.” (Hakim, Ibn Majah, dan Tirmizi; ia menyatakan hadis ini hasan lagi gharib)

Kaum muslimin berijma’ atas pensyari’atan ibadah kurban. Hadis-hadis telah menunjuk- kan bahwasannya qurban adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah, yang dilaksanakan pada hari raya Idul Kurban bahwa ia akan menjadi saksi bagi mereka yang melaksanakan ibadah kurban di hari kiamat kelak.

Syar’u Man Qablana; Dalam ilmu ushul fiqh pembahasan yang berkaitan dengan syari’at para nabi terdahulu. Dalam pembahasannya dijelaskan bahwa hukum-hukum yang berlaku bagi umat-umat sebelum kita dan kemudian ditetapkan oleh syari’at islam (menjadi bahagian dari syari’at islam itu sendiri) berdasarkan dalil syara’. Tidak ada pertentangan dikalangan fuqaha bahwa hukum tersebut berlaku bagi kita umat Islam. Contohnya adalah pelaksanaan ibadah kurban yang merupakan sunah nabi Ibrahim. Firman Allah yang menjelaskan tersebut terdapat dalam Q.s. al-Shaffat [37]: 107, sebagai berikut:

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Demikian Hukum Qurban dalam Islam, semoga kita bisa Istiqomah mengamalkannya aaamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here